Pages

Selasa, 06 Mei 2014

Perancangan Data Warehouse



Perancangan Struktur Data Warehose Untuk Mendukung Perencanaan Pemasaran Produk Menggunakan Star Schema

Data warehouse merupakan salah satu bentuk basis data yang memiliki data berskala besar. Data warehouse bukan merupakan basis data operasional, melainkan basis data yang berisi data dalam dimensi waktu tertentu yang sangat berguna untuk keperluan evaluasi, analisis dan perencanaan yang dilakukan oleh pihak manajemen dalam sebuah perusahaan. Meskipun demikian, belum banyak perusahaan yang mengembangkan dan menerapkan data warehouse serta memanfaatkannya guna menunjang berbagai hal penting didalam organisasi.
Kajian ini bertujuan untuk melakukan perancangan struktur data warehouse yang ditujukan untuk mendukung proses evaluasi dan perencanaan pemasaran produk menggunakan star schema. Penerapan data warehouse membutuhkan populasi data yang besar agar informasi yang ditampilkan dapat beragam dan dapat membentuk pola-pola informasi yang potensial. Hal tersebut menjadi penting agar perusahaan yang mengembangkan data warehouse ini dapat dengan mudah mengevaluasi jenis barang, segmen pasar dan waktu pemasaran produk yang tepat sehingga dapat meminimasi kerugian dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
Kajian ini bertujuan untuk merancang struktur data warehouse untuk mendukung proses evaluasi dan perencanaan pemasaran produk. Rancangan ini bersifat umum sehingga dapat diimplementasi dan dikembangkan lebih lanjut di berbagai perusahaan. Kajian ini bermanfaat dalam memberikan gambaran tentang bagaimana merancang struktur data warehouse untuk mendukung proses evaluasi dan perencanaan pemasaran produk. Implementasi data warehouse dapat mempermudah pihak manajemen perusahaan dalam mengolah dan menyajikan informasi yang dibutuhkan dalam proses evaluasi dan perencanaan pemasaran produk.

Metode
Proses pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara dan studi literatur. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang evaluasi dan perencanaan produk. Hal ini dilakukan untuk menggali berbagai pendapat dan pengalaman yang terkait dengan proses evaluasi dan perencanaan pemasaran produk. Studi Literatur dilakukan melalui penelusuran kajian buku-buku referensi yang berkaitan dengan data warehouse dan proses evaluasi serta perencanaan pemasaran produk.
Penelaahan kebutuhan bisnis dan informasi perlu dilakukan guna menyelaraskan kajian yang dilakukan dengan kebutuhan bisnis dan informasi yang ada diperusahaan. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan, diketahui bahwa dalam proses evaluasi dan perencanaan pemasaran produk, pimpinan perusahaan membutuhkan informasi tentang wilayah pemasaran yang potensial untuk masing-masing produk, selain itu juga dibutuhkan informasi tentang waktu pemasaran potensial untuk masing-masing produk.
Setelah dilakukan penelaahan terhadap kebutuhan bisnis dan informasi, selanjutnya dilakukan perancangan data warehouse yang diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan bisnis dan informasi tersebut. Data yang bersumber dari basis data operasional perusahaan diekstrak untuk memilih dan mengambil data yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan informasi. Selanjutnya dilakukan proses cleansing data untuk koreksi dan perbaikan data dari kesalahan, ketidakkonsistenan, dan ketidaklengkapan data. Setelah proses cleansing data selesai dilakukan kemudian dilanjutkan dengan proses transformasi untuk mengubah format data operasional ke dalam format data warehouse kemudian dilakukan proses loading. Setelah proses pembentukan data warehouse selesai, selanjutnya dapat dilakukan presentasi data warehouse sesuai kebutuhan.


Arsitektur logical data warehouse pemasaran produk

Arsitektur fisik data warehouse pemasaran produk



Model struktur data warehouse pemasaran produk yang dibangun
Sumber :
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCgQFjAA&url=http%3A%2F%2Fojs.jurnal-esai.org%2Findex.php%2Fojsesai%2Farticle%2Fdownload%2F15%2F14&ei=4IBoU5fNOsqUuATTyIHACw&usg=AFQjCNGzilAu6RF6OC6bcUV-uVt4tCyFFA&sig2=bKndg9B5G1fhylKkbn339g

Jumat, 04 April 2014

Review Jurnal Sistem Basis Data Lanjut 2



Data mining merupakan suatu proses pendukung pengambil keputusan dimana kita mencari pola informasi dalam data. Pencarian ini dapat dilakukan oleh pengguna, misalnya dengan menggunakan query (dalam kasus ini sangat sulit dilakukan) atau dapat dibantu dengan suatu aplikasi yang secara otomatis mencari pola informasi pada basis data. Pencarian ini disebut discovery. Discovery adalah proses pencarian dalam basis data untuk menemukan pola yang tersembunyi tanpa ide yang didapatkan sebelumnya atau hipotesa tentang pola yang ada. Dengan kata lain aplikasi mengambil inisiatif untuk menemukan pola dalam data tanpa pengguna berpikir mengenai pertanyaan yang relevan terlebih dulu. Salah satu bentuk pola yang dapat dihasilkan data mining adalah association rule.

 Association rule memiliki bentuk LHS RHS dengan interpretasi bahwa jika setiap item dalam LHS (Left Hand Side) dibeli, maka item dalam RHS (Right Hand Side) juga dibeli. Association rule dapat dihasilkan dengan Algoritma Apriori. Salah satu penggunaan Association rule adalah mendukung pengambilan keputusan dalam bidang pemasaran, misalnya untuk mengetahui pola pembelian pelanggan, penentuan tata letak barang dan lain-lain.
Salah satu obyek untuk data mining adalah RDBMS. Umumnya data mining dilakukan pada penyimpanan data berukuran besar. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap proses penghitungan support dalam implementasi data mining pada RDBMS.
Analisis terhadap teknik penghitungan support perlu dilakukan karena faktor :
1.      Banyaknya kandidat frequent-itemset yang dihasilkan sebagai input terhadap penghitungan support,
2.      Scan/pembacaan record pada RDBMS.
Kedua faktor diatas dapat mempengaruhi jalannya pemrosesan query pada RDBMS.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan Algoritma Apriori dengan teknik support counting K-way dan 2 Group-By, mencari Association Rule pada RDBMS Oracle, dan mengimplemantasikannya dalam bentuk perangkat lunak. Analisis Algoritma Apriori didasarkan pada hasil pengukuran performansi proses query pada teknik support counting K-way dan 2 Group-By menggunakan tools TKPROF pada RDBMS Oracle.
Batasan masalah untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Data yang digunakan merupakan tabel relasional
2. Hanya digunakan tiga dataset sebagai bahan pengukuran untuk analisis pemrosesan query

Fungsi dan Tugas Data Mining
Data mining menganalisis data menggunakan tool untuk menemukan pola dan aturan dalam himpunan data. Perangkat lunak bertugas untuk menemukan pola dengan mengidentifikasi aturan dan fitur pada data. Tool Data mining diharapkan mampu mengenal pola ini dalam data dengan input minimal dari user.
Dalam penelitian ini pembahasan Data Mining diklasifikasikan dalam fungsi Association.

Association Rule
Tipe pola yang penting yang dapat ditemukan dari basis data adalah sebuah aturan. Association rule mempunyai bentuk LHS RHS dengan interpretasi jika setiap item dalam LHS dibeli maka sepertinya item dalam RHS juga dibeli. Dua pengukuran penting untuk sebuah rule adalah support dan confidence. Kita dapat menghitung semua association rule dengan ambang support dan confidence masukkan pengguna dengan post-processing frequent-itemset.
Secara umum Association Rule mempunyai bentuk : LHS RHS, dimana LHS dan RHS adalah himpunan item; jika setiap item-item dalam LHS terdapat dalam transaksi maka item-item di RHS juga terdapat dalam transaksi.
Ada dua aturan pengukuran untuk ‘association rule’ :
1.      Support
Support untuk himpunan item adalah prosentase transaksi yang berisi semua item-item ini. Support untuk aturan LHS RHS di-support untuk himpunan item-item LHS RHS.
2.      Confidence
Pertimbangkan transaksi yang berisi semua item dalam LHS. Confidence untuk rule : LHS RHS adalah prosentasi transaksi yang juga terdiri semua item-item dalam RHS.
Lebih tepatnya, misalkan sup (LHS) adalah prosentase transaksi yang berisi LHS dan sup (LHS RHS) adalah prosentase transaksi yang berisi LHS dan RHS, maka confidence rule: LHS RHS adalah sup( LHS RHS )/sup (LHS ).
Permasalahan Association Rule dapat dikomposisikan menjadi dua sub masalah, yaitu:
a.      Penemuan semua kombinasi item-item, yang disebut frequent-itemset, yang support-nya lebih besar daripada minimum support.
b.      Gunakan frequent-itemset untuk membangkitkan aturan yang diinginkan. Idenya adalah, katakan, ABCD dan AB sering muncul dalam transaksi, maka aturan AB CD akan dipenuhi jika perbandingan antara support(ABCD) terhadap support(AB) minimum sebesar minimum confidence. Semua rule akan mempunyai minimum support karena ABCD sering muncul dalam transaksi.

Algoritma Apriori
Langkah yang membutuhkan pemrosesan lebih adalah penemuan frequent-itemset. Algoritma untuk menemukan frequent-itemset berdasar pada sifat frequent-itemset:
Sifat Apriori : Setiap subset frequent-itemset harus menjadi frequent-itemset [12].
Algoritma Apriori untuk menemukan frequent-itemset merupakan iterasi pada data. Pada iterasi ke-k ditemukan semua himpunan item-item yang mempunyai k item yang disebut k-itemset. Setiap iterasi terdiri dari dua tahap.. Pertama, adalah tahap pembangkitan kandidat (candidate generation) dimana himpunan semua frequent(k – 1)-itemset Fk-1 yang ditemukan pada pass ke-(k – 1) digunakan untuk membangkitkan kandidat itemset Ck. Prosedur pembangkitan kandidat menjamin bahwa Ck adalah superset dari himpunan semua frequent k-itemset. Kemudian data di-scan dalam tahap Penghitungan Support (Support Counting). Pada akhir pass Ck diperiksa untuk menentukan kandidat mana yang sering muncul, menghasilkan Fk. Penghitungan support berakhir ketika Fk atau Ck+1 kosong.
Untuk membangkitkan rule akan dibangkitkan lebih dahulu candidate rule. Candidate rule berisi semua kemungkinan rule yang memiliki support > minimum support karena input candidate rule adalah frequent-itemset. Kemudian candidate rule akan dijoin dengan tabel F untuk menemukan support antecedent. Confidence rule dihitung dengan cara membandingkan support rule dengan support antecedent rule. Hanya rule yang mempunyai confidence > minimum confidence yang disimpan dalam tabel rule (tabel R).

Kesimpulan :
Data mining merupakan proses analisis data menggunakan perangkat lunak untuk menemukan pola dan aturan (rules) dalam himpunan data. Data mining dapat menganalisis data yang besar untuk menemukan pengetahuan guna mendukung pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini akan dibahas Association Rule sebagai salah satu fungsi data mining yang diimplementasikan menggunakan Algoritma Apriori. Akan dianalisis pula dua teknik penghitungan support di candidate generation pada Algoritma Apriori, yakni : K-way dan 2 Group-By pada tiga sampel dataset dengan atribut transaksi id dan item. Pada penelitian ini terlihat bahwa permasalahan penghitungan support di candidate generation merupakan bottleneck dari Algoritma Apriori dimana perbaikan Algoritma Apriori ditekankan pada candidate generation dan efektivitas dari Algoritma Apriori. Penelitian ini dilakukan pada RDBMS Oracle dengan memanfaatkan tools TKPROF untuk mengukur performansi query berdasarkan operasi I/O pada penghitungan support di candidate generation. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode support counting K-way lebih baik daripada Two Group-by.
Sumber :
-    -   Agrawal R., T. Imielinski, and A.Swami. 1993. Special Issue on Learning and Discovery in Knowledge Based Databases. Database Mining : A Performance Perspective. IEEE Transactions on Knowledge and Data Engineering, 914-925.
-    -      http://www.pcc.qub.ac.uk
Kelompok :      1. Hernita Turaya                    1A113392
     2. Irma Gantika                       1A113246
     3. Maylisa Angga Pratiwi           1A113206

Selasa, 11 Maret 2014

Pengertian, tujuan, dan perbedaan Ilmu Budaya Dasar & Ilmu Pengetahuan Sosial

ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu budaya dasar adalah secara sederhana  pengetahuan yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umur tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan di indonesia sebagai pengganti istilah basic Humanitisme yang berasal dari istilah bahasa inggris “the Humanities” yang artinya adalah manusia berbudaya dan halus dengan mempelajari istilah “The humanities” seseorang akan menjadi manusiawi,lebih berbudaya dan halus. untuk mengetauhi bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya,lebih dahulu perlu diketuhi pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar,yaitu;
1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetauhi keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmia. analisis untuk menentukan suatu kualitas.Hasil analisi itu kemudian di generalasikan.Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.hasil penelitian 100% benar dan 100% salah yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2. Ilmu-ilmu sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubunganantar manusia.tetapi hasil penelitian tidak mungkin mungkin 100% benar,hanya mendekati kebenaran yang termasuk ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi,sosiologi,politik,demografi,psikologi ,antropologi soasial,sosial hukumm,dsb.

3. Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. metode yang di gunakan adalah pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik,peristiwa dan pernyataan itu pada umumnya terdapat pada tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode  ilmiah,hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah. Pengetahuan (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian, (disiplin) seni dan filsafat. (basic humanitilies) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya.ilmu budaya dasar dalam bahasa inggris disebut dengan basic humanities.pengetahuan budaya mengkaji masalah niai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya. Sedangkan ilmu budaya dasara bukan ilmu tentang budaya. Melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan berbudaya


TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Tujuan dasar dari IBD ini tidak lain adalah untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji berbagai persoalan budaya serta persoalan yang dihadapi manusia. Selain itu IBD tidak bermaksud menggambarkan disiplin ilmu yang merujuk hanya satu bidang saja, melainkan mengambarkan berbagai disiplin ilmu termasuk di dalamnya pengetahuan budaya (the humanities). Di samping itu, IBD turut serta dalam pengembangan kerpibadian bagi kita yang mempelajarinya. Dengan mempelajarinya kita memperoleh banyak wawasan dan pemikiran. Sehingga dengan begitu kita bisa menjadi lebih kritis terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut diri kita, orang lain mapun alam sekitar kita.
Namun demikian, untuk memenuhi tujuan ideal tersebut, IBD dengan sendirinya memberikan harapan kepada kita seperti berikut :
1. Mengusahakan penajaman dan kepekaat pola pikir kita terhadap lingkungan budaya, sehingga kita lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama untuk kepentingan setiap individu.
2. Memberikan kesempatan bagi kita semua untuk memperluas wacana tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia maupun berbagai persoalan budaya.
3. Mengkader kita untuk menjadi individu yang toleran dan tidak terjerumus dalam sifat kedaerahan, fanatisme agama, maupun ras atau golongan. Hal ini karena ruang lingkup pendidikan yang kita rasakan saat ini cenderung membuat setiap manusia berpandangan sempit, mementingkan golongan dan lain sebagainya.

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu Social Dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial, khususnya masalah – masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah)

TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR

ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.
ISD juga merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

PENEGERTIAN  ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Rumusan tentang pengertian IPS telah banyak dikemukakan oleh para ahli IPS atau social studies. Di sekolah-sekolah Amerika pengajaran IPS dikenal dengan social studies. Jadi, istilah IPS merupakan terjemahan social studies. Dengan demikian IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut para ahli.
·         Edgar B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences
simplified for paedagogieal purposes in school. The social studies consis of geografy history, economic, sociology, civics and various combination of these subjects.
·         John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology, philosophy, antropology, and economic. The social studies have been defined as “ those portion of the social science... selected for instructional purposes”

Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh beberapa tokoh pendidikan terkenal. Pengembangan IPS di Indonesia banyak mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat yang dikembangkan di Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan penanganannya dikembangkan sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan aspirasi masyarakat Indonesia. Hal ini didasarkan pada realitas, gejala, dan problem sosial yang menjadi kajian IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain. Setiap negara memiliki perkembangan dan model pengembangan social studies yang berbeda.

TUJUAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

             Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang lain, tujuan pembelajaran IPS bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara hirarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk bidang studi IPS.
Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. Sub bahasan ini dibatasi pada uraian tujuan kurikuler bidang studi IPS.Tujuan kurikuler IPS yang harus dicapai sekurang-kurangnya meliputi hal-hal berikut:
-          Membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat;
-          Membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat;
-          Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta berbagai keahlian;
-          Membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
-          Membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan, perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi.
Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan.

PERBEDAAN ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Referensi :